Banyak orang menganggap dirinya masih “main santai”, padahal sudah kecanduan.
Menurut World Health Organization (WHO), kecanduan judi online termasuk dalam kategori behavioural addiction—gangguan perilaku yang mirip dengan kecanduan narkoba ringan.
Dr. Rini Kusumarini, psikolog klinis dari HIMPSI, menyebut ada beberapa tanda yang patut diwaspadai:
- Main terus meski sudah rugi besar.
Pemain mulai percaya kemenangan besar pasti datang, padahal sudah kehilangan banyak uang. - Sembunyi dari keluarga.
Mulai menghapus riwayat transaksi, atau memakai rekening orang lain. - Pikiran dipenuhi permainan.
Bahkan saat bekerja, otak terus membayangkan “strategi menang”. - Emosi tidak stabil.
Cepat marah, stres, atau depresi ketika saldo habis. - Mulai berutang untuk bermain.
Ini tanda bahaya utama—artinya kontrol finansial sudah hilang.
Rini menegaskan, “Begitu seseorang mulai meminjam uang untuk bermain, ia bukan lagi pemain, tapi korban.”
Karena di titik itu, sistem permainan sudah mengendalikan perilaku, bukan sebaliknya.



